Lomba menulis dan menggambar lingkungan
By admin on Mar 21, 2009 with Comments 1 Printable version
Inilah lomba inti dari kampanye Kampung JagaD di Buayan: lomba menulis, mengambar dan lomba bikin karya tangan. Dengan lomba menulis, mengambar dan karya tangan, yang temanya Hidup Berdaya di Kampung Halaman, mari kita pelihara dan berdayakan kampung kita, diharapkan anak-anak atau generasi penerus akan mengenal kondisi dan persoalan yang ada disekitar lingkungannya.
Sebenarnya anak-anak membutuhkan sekali sebuah tempat untuk menuangkan atau menunjukan kemampuan, bakat, dan pemikiran. Anak-anak pun sangat berpotensi untuk turut mengembangkan dan memberdayakan lingkungan, namun anggapan bahwa seorang anak belumlah bisa apa-apa, dan seterusnya, itu salah satu penghambat dan terkadang mematahkan semangat dan perkembangan kemampuan anak.
Anggapan diatas terpatahkan oleh anak-anak Buayan, disaat mereka mempresentasikan hasil karya-karyanya, ketika mengikuti lomba. Anak-anak pun sudah bisa melihat bagaimana kondisi lingkungan disekitar, rusaknya lingkungan salah satunya karena keserakahan manusia. Berikut ini adalah salah satu hasil tulisan dari peserta lomba:
Kampungku Oh…..
Oleh: Fira fitrianiyuniar (anak warga Buayan)
Kampungku oh…
kampungku dulu selalu rindang
banyak burung berkicau dipagi hari
dulu banyak ikan disungai
tapi sekarang………………….
Sunyi!!!!
Hampa!!!!
Siapa yang akan menolong kampungku
Kelas : I SDN Buayan Alamat : Buayan, Rt 1, Rw 2
Tulisan oleh peserta lainnya:
Nama saya Nurkholis Nurdiyansah
Saya tinggal di Buayan
Banyak ikannya ada ikan gabus, sidat, lele, belut, dan lainnya
Tapi sekarang hilang, karena distrum oleh orang yang tidak bertanggung jawab
Semoga Alloh memberi petunjuk kepada orang itu
Biar ikan bisa besar
Lomba menulis, menggambar, dan kreatifitas berbasis lingkungan tidak dikerjakan di masjid. Peserta di masjid hanya mempresentasikan hasil karya-karyanya, baik karya tulis, gambar, dan kreatifitas. Disini, adalah lengkap tentang hasil lomba menulis (maaf link-nya belum ada). Sedang disini adalah hasil lomba gambar (maaf juga, link belum ada)
Dalam presentasi lomba karya tangan, ada anak yang membuat semacam bedil yang dibuat dari bahan pisang (permainan ala anak-anak jaman dulu), ada yang membuat sapu lidi, ada yang membuat alat komunikasi sederhana yang bahannya dari dua buah potongan bambu dihubungkan dengan benang, dan ada yang membuat mainan dari tanah liat (asbak, dan lainnya). Semuanya adalah bentuk mainan jaman dulu, yang kini telah tergusur oleh permainan jaman modern yang serba plastik, dan harus membeli.
Suasana lokasi perlombaan sungguh meriah dihiasi dengan tawa, apalagi ketika melihat tingkah polah anak yang begitu polos dan lugu, saat mempresentasikan karya-karya mereka. Ada perasaan malu, gugup, ragu, dan seterusnya dalam benak peserta, apalagi ketika peserta mendapat beberapa pertanyaan dari juri penilai.
Presentasi bukanlah sebuah prioritas penilaian, karena kriteria penilaian diambil dari gagasan dan hasil karya. Presentasi merupakan alat dan ruang bagi anak-anak untuk mengkatakan isi karyanya. Dengan mempresentasikan hasil karyanya kepada semua yang hadir pada acara tersebut, diharapkan dapat menumbuhkan mental, dan semangat keberanian pada anak.
Ada 3 juri penilai dalam lomba tersebut, diantaranya pak Mujawar dan pak Marto Pawiro (tokoh masyarakat setempat), dan Humam Rimba dari Komunitas Kampung JagaD.
Sekitar pukul 16.15 WIB semua peserta selesai mempresentasikan karyanya, lalu salat berjamaan bersama, dan akhirnya pulang ke rumah masing-masing.
Tulisan berikutnya:
Filed Under: Uncategorized
About the Author:





publikasinya bagus,tapi opininya kurang banyak. ngimana sih caranya bisa gabubg di INDIPT