Menjadikan Masjid sebagai tempat pemberdayaan warga, melaui lomba-lomba…
By dariman on Mar 21, 2009 with Comments 0 Printable version
Anak-anak merupakan generasi penerus kehidupan, dimana kepolosan, keluguan, kejujuran, dan pola pikir yang masih begitu suci. Kebiasaan-kebiasaan dalam kehidupan dimasa anak-anak sangatlah menentukan pembentukan karakter, pola pikir, dan warna anak dimasa mendatang. Seburuk apapun, sebodoh apapun, sebejad apapun, dan sebrutal apapun orang tua, tidaklah mungkin berharap anak-anaknya meniru perilaku buruk yang dilakukannya. Mereka ingin anak-anaknya, sebagai penerusnya, lebih baik dari mereka sendiri.
Berkenaan dengan itu, Kampung JagaD melakukan gerakan yang diberlogan Hidup Berdaya di Kampung Halaman. Salah satu misi gerakan ini adalan untuk pendidikan anak-anak kampung, agar mereka menjadi anak yang diharapkan di masa depan nanti, akan lebih dari orang tua mereka sendiri dalam hal peduli terhadap lingkunganya. Karena dengan peduli terhadap lingkungannya, pada dasarnya mereka peduli terhadap penyelamatan kehidupan di masa mendatang. Mereka adalah penyelamat kehidupan di masa mendatang.
Untuk kali ini, Kampung JagaD mengadakan kegiatan di kampung Buayan tengah, Kec. Buayan, Kab. Kebumen. Kegitan ini dilaksanakan remaja di sekitar masjid itu, dengan mengambil tema khusus: “Cinta Rosul Cinta Lingkungan”. Tema ini dipilih karena secara kebetulan pada bulan itu warga setempat akan mengadakan acara peringatan hari kelahiran (maulid) Nabi Muhammad SAW. Bisa dikatakan bahwa lmba ini juga untuk menyemarakkan peringatan hari kelahiran nabi agung Muhammad SAW.
Kegiatan berupa lomba-lomba unuk anak-anak, berupa lomba-mba keagamaan,olahraga, menulis, menggambar dan karya tangan. Lomba-lomba ini dilaksanakan pada awal bulan Maret 2009, bertempat di masjid dan lingkungan masjid al-Hidayah kampung setempat. Termasuk dalam lomba keagamaan meliputi lomba adzan, wudhu, sholat, dan baca Al-wur’an. Lomba permainan, diantaranya lomba egrang, gapyak, pecah air, dan bawa kelereng. Lomba menulis, menceritakan kondisi lingkungan yang ada disekitar, sesuai dengan tema. Lomba Gambar, menggambar sekitar lingkungan rumah atau lingkungan yang ada di desa Buayan. Dan lomba membuat kerajinan atau mainan anak-anak yang bahannya dari alam sekitar.
Lomba-lomba ini diadakan di masjid dan sekitar masjid dengan maksud dan harapan agar masjid menjadi tempat dari pemberdayaan warga sekitarnya. Bukankah selama ini, masjid kita banyak sepi? Mari kita ramaikan masjid kita dengankegiatan pendidikan, terutama pendidikan anak-anaka, tidak hanya pendidikan agama seperti yang sering kita dengar, tapi juga dengan pendidikan yang berorientasi pemberdayaan kepada warga, sejak anak-nak, berupa pemberdayaan pola pikir, kemandirian, kepedulian baik terhadap sesama (yang kini mulai pudar) maupun terhadap lingkungan sekitar. (Dariman)
Tulisan berikutnya:
Filed Under: Uncategorized
About the Author:

