Merumput dulu, baru ngurusi perpustakaan

Disekolah, Mardiyah mendapat tugas dari pak Guru untuk mencarikan beberapa artikel, yang berkaitan dengan perkembangan tehnologi. Setelah pulang sekolah, dia berniat untuk mencari beberapa artikel yang dimaksudkan pak Guru, diperpustakaan yang bertempat dimusholla al-Huda dukuh Gandu (perpus komunitas kampung jagad). Sayang sekali, Mardiyah tidak bisa langsung melihat-lihat buku yang ada diperpus, dia harus mencari anak yang bertugas ‘menjaga dan sekaligus pemegang kunci perpus’ pada hari itu.

musholla

Waktu siang hari terkadang si penjaga perpus ‘yang sudah terjadwal’ jarang berada ditempat, karena alasan sekolah dan kesibukan membantu pekerjaan orang tua, dirumah. Memang, terkadang menyulitkan dan menjadi kendala, bagi para pengunjung perpus atau peminjam buku. Ketika keberadaan perpus tidak ada penjaganya.

Terpaksa Mardiyah pun harus pulang tanpa hasil, siang ini dia belum bisa mencarikan beberapa artikel yang ditugaskan pak Guru. Dia tidak putus asa. Menjelang adzan magrib Mardiyah kembali menuju musholla al-Huda, dengan harapan si penjaga perpus sudah berada di tempat perpustakaan. Gimana, tegur dia seraya menatap wajah Amad yang kebetulan pada hari itu memegang kunci perpus.

“Kamu kan tau sendiri, Mar., bagaimana aktifitasku disiang hari. Sepulang sekolah aku harus membantu bapak mencari rumput, itu pun jika aku tidak ada les disekolah.” Amad berusaha menjelaskan. Ya, seperti itulah kondisi perpustakaan komunitas kampung jagad. Kadang ada penjaganya, kadang juga tidak. Tergantung dari kesibukan anak yang pas kebetulan kebagian jadwal jaga megang kunci.

perpustakaan

Waktu yang pasti perpustakaan dibuka ketika selepas shalat isya. Setelah ngaji dan shalat isya berjamaah, biasanya anak-anak meluangkan waktunya untuk baca-baca buku ditempat ’serambi musholla’ tersebut. Entah itu buku cerita, pengetahuan, majalah, novel, dan atau yang lain. Tidak hanya anak-anak. Remaja dan orang tua pun terkadang menyelakan waktunya untuk melihat-lihat buku. Ya, walau hanya sekedar melihat.

perpustakaan

Selama empat bulan terakhir ini. Dalam buku pencatatan peminjam sudah tercatat kurang lebih sebanyak 190-an lebih, buku yang terpinjam “dibawa pulang”. Belum termasuk pengunjung yang hanya melihat dan sekedar baca-baca. Buku yang sering keluar masuk perpus kebanyakan buku-buku pengetahuan yang berkaitan dengan pertanian dan peternakan (yang ini kebanyakan remaja dan orang tua), cerita atau novel, dan beberapa buku pengetahuan yang menunjang pelajaran disekolah. Begitu pula dengan Mardiyah, dia terpaksa harus pinjam buku dimalam hari.

buku

  • Share/Bookmark

Filed Under: featured

Tags:

About the Author:

RSSComments (1)

Leave a Reply | Trackback URL

  1. rimba says:

    buat teman-teman digandu..ayo terus membaca…..

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.