Anak-anak bikin kerajinan dari tempurung
By dariman on Nov 09, 2009 with Comments 3 Printable version
Minggu, 8 November 2009, anak-anak Kampung JagaD membawa bekal tempurung (batok). mereka akan belajar membuat kerajinan dengan bahan utama tempurung. Sebelum proses pembuatan dimulai, Dariman, pendamping sekolah komunitas mengajak anak-anak membuat perencanaan terlebih dulu.
“Oke…. ade-ade. Sebelum kita mulai, akan lebih baik dan lebih memudahkan dalam pengerjaannya nanti, kita rencanakan dulu. Tempurung ini akan kita sulap menjadi apa ? ” kata Dariman membuka pertemuan pagi itu.
Sanah mengusulkan, “bagaimana kalau kita bikin gantungan kunci ?”, “bikin asbak aja, kan lebih mudah…” teman lain mengusulkan.
“Ya, kita tulis dulu. Kira-kira tempurung ini bisa dibuat apa saja, selain gantungan kunci dan asbak. Coba, yang lainnya. ” pinta Dariman.
Bergantian anak-anak mengusulkan, akan disulap menjadi apakah tempurung itu. Seperti bikin vas bunga, tempat pensil, celengan, irus (alat untuk masak), hiasan pintu, dan yang lainnya. Dan anak-anak juga menentukan sendiri apa yang akan mereka buat, sesuai dengan kemampuan dan kesukaan mereka.
Dari sekian anak yang hadir pada pagi itu, mereka sepakat akan membuat gantungan kunci, dengan model yang berbeda-beda sesuai dengan keinginan masing-masing anak. Dan sebelum proses pembuatan, Dariman menerangkan langkah-langkah proses pengerjaannya.
“Kita akan membuat gantungan kunci, kira-kira langkah-langkahnya seperti apa ? tanya Dariman.
Sebelum dijawab, Dariman langsung menjelaskan, “Oke… sebelum tempurung itu dipecah-pecah, akan memudahkan jika kita gambar sekema dulu di tempurung itu. Kalian ingin bentuk gantungan kunci yang seperti apa dan ingin membuat kerajinan apa, silahkan digambar dulu di permukaan tempurung, dan setelah itu baru dipotong dengan gerjagi sesuai dengan sekema gambar.”
“Dan sebelum bandul dipasang, akan lebih mudah jika tempurung yang sudah membentuk dibersihkan dan dihaluskan dulu (finising).” lanjut Dariman.
Anak-anak mulai membentuk tempurung tersebut, dan mereka sedikit kesulitan saat menggergaji tempurung, karena terlalu kerasnya tempurung itu. Sesekali mereka minta tolong Dariman untuk membantu menggergajikan, dan sebagian penggarapan lain mereka mengerjakan sendiri.
Hampir tiga jam lebih anak-anak asyik dengan pengerjaan itu, dan sekitar pukul 12.00 WIB, sebagian gantungan kunci sudah ada yang jadi.
“Hore….. punyaku sudah jadi….” sorak Wahyu.
“Punyaku juga……” yang lain mengikuti.
Tidak semua anak membuat gantungan kunci. Khanifah, membuat karya yang berbeda dengan teman lain, dia malah lebih suka membuat irus. Ya, walau pengerjaanya tidak sepenuhnya dilakukan sendiri.
“Lumayan, bisa buat masak dirumah he he he he……….” komentar Khanifah dengan senyum riang.
Dengan asyiknya, anak-anak jadi lupa akan waktu. Dan selang 15 menit setelah mereka menyelesaikan pengerjaan itu, anak-anak pulang dengan membawa hasil karya mereka masing-masing.
Filed Under: Anak & Lingkungan • Berita: Kampung JagaD • featured
About the Author:

siip…! penuh kreativitas akan antar mereka ke gerbang kesuksesan serta kemandirian hidup anak-anak di masa mendatang.kalau nggak salah di daerah sruweng ada perajin batok kelapa. nampaknya vareasi produk disana sanga kaya dan beragam. mungkin bung dariman bisa cari nformasinya dimana si perajin itu. and boleh tuh anak-anak kampung jagad diajak belajar kesana…!
Thanks masukannya, kang Bornei….
Semoga virus-virus kreatif menyebar luas dimasyarakat, dan masyarakat akan lebih berdaya memanfaatkan potensi yang ada dilingkungannya masing-masing….
yes ketes ketes, hidup kreativitas,