Merumuskan kegiatan untuk melawan tindakan kekerasan domestik, di desa Tambakprogaten

Setelah pertemuan sebelumnya, komunitas Tambak Progaten pada hari sabtu sore, 17 Januari 2009, berkumpul kembali di rumah bu Saerah, Rt 1 Rw 2, desa Tambak Progaten, Kec. Klirong, Kab. Kebumen. Pertemuan tersebut membahas atau membuat rencana kegiatan kedepan untuk menuju keluarga sehat tanpa kekerasan domestik. Hadir dalam pertemuan tersebut, tokoh masyarakat, pamong desa, bapak-bapak, dan Ibu-ibu sekitar 20 warga.

warga

Acara dimulai sekitar pukul 14.00 WIB, difasilitasi oleh Khoerul Makhrisah. Khoerul Makhrisah yang sering dipanggil Iah, mencoba memberikan beberapa gambaran dan mencoba menggali masukan dari warga, kira-kira apa dan bagaimana kegiatan kedepan untuk mewujudkan keluarga sehat tanpa kekerasan.”Jadi, kira-kira kegiatan apa, bu, pak? Kegiatan yang sekiranya bisa mengurangi potensi kekerasan dalam rumah tangga, supaya keluarga tetap sehat dan tentram,”  kata Iah.

Beberapa usulan pun muncul, antara lain:  Kegiatan mengadakan warung hidup. Pelatihan-pelatihan, seperti pelatihan dibidang kerajinan, pertanian, kuliner, peternakan, kesehatan, dan yang lainnya. Di tengah-tengah usulan itu, bu Saerah nyeletuk, “….nanti yang menjadi penyuluh atau yang mengajari orang sini saja, Bu Basiah kan bisa mengajari bagaimana cara membuat kesed, pak Mungalip juga bisa mengajari bagaimana cara membuat kompos atau pupuk organik, atau kalau mau nanti saya mengajari bikin kue koci yang dibungkus daun bambu, he he he.”

Selain itu, ada juga yang mengusulkan adanya kegiatan diskusi tentang kasus kekerasan dalam rumah tangga, atau bisa juga pengetahuan ttg undang-undang KDRT, supaya masyarakat tau bahwa melakukan kekerasan dalam rumah tangga bisa dituntut dan ada hukumnya.

Selain usulan-usulan itu, ada lagi kegiatan yang diagendakan, yakni pelatihan menejemen keuangan keluarga secara bersama. Dengan melakukan pembukuan keuangan keluarga secara bersama, diharapkan bisa mencegah potensi terjadinya kekerasan domestik. Disamping itu, antara pemasukan dan pengeluaran keuangan keluarga lebih terkontrol, sehingga kerjasama keluarga akan semakin baik.

Beberapa kegiatan telah tersusun, setelah ngobrol panjang lebar membentuk kegiatan-kegiatan kedepan, lalu bagaimana pengemasan kegiatan tersebut supaya warga yang lain lebih tertarik. “Nanti, kita mengajak warga yang lain dengan cara ngajak ngaji bersama. Kondisi masyarakat kita kan jika ada kegiatan ngaji lebih tertarik, dari pada kumpulan,” pak Dawud mengusulkan.

“Benar pak Dawud, nanti ngajinya perpaduan antara ilmu nyata dengan ilmu agama. Nanti ilmu nyatanya dari Indipt, ilmu agamanya dari pak Dawud,” pak Dalail menambahi.

Pertemuan itu juga menjadwal waktu dan tempat kumpul. Warga sepakat, bahwa kegiatan kedepan akan dilaksanakan 2 minggu sekali, setiap minggu ke-2 dan minggu ke-3. Untuk tempat, bergilir, supaya jalinan silaturahmi dan kerukunan warga lebih erat. Jadi, tempat berpindah-pindah, mulai dari warga yang disebelah ujung barat hingga ujung timur.(Dariman)

  • Share/Bookmark

Filed Under: Kekerasan Berbasis Gender

Tags:

RSSComments (0)

Trackback URL

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.