Merumuskan kegiatan untuk melawan tindakan kekerasan domestik, di desa Ayam Putih
By admin on Mar 27, 2009 with Comments 0 Printable version
Sesuai dengan kesepakatan pertemuan sebelumnya, komunitas Ayam Putih pada minggu, 18 Januari 2009, kumpul kembali dirumah ibu Mukhlisoh, Rt 2 Rw 2, dukuh Truntung, desa Ayam Putih. Pertemuan tersebut untuk merumuskan kegiatan-kegiatan kedepan, apa saja yang akan dilaksanakan untuk melawan tindakan kekerasan domestik. Acara molor hinggu 1 jam, sekitar pukul 14.20 WIB acara baru dimulai.

Sekitar 10 orang hadir dalam pertemuan tersebut, dimana mereka adalah koordinator masing-masing lingkungannya. Acara terebut dibuka oleh Unwanulloh, dengan mengulas kembali beberapa masukan terkait faktor atau pemicu terjadinya kekerasan domestik, yang disampaikan pada pertemuan minggu sebelumnya.
Awalnya warga kesulitan dalam perumusan kegiatan. Kesulitan itu akhirnya agak terpcahkan ketika Irma Suzanti mencoba memberi beberapa pandangan, apa dan bagaimana kira-kira kegiatan yang akan dilakukan kedepan. Dengan menuliskan beberapa faktor pemicu terjadinya kekerasan domestik, berawal dari itu warga mulai bisa berangan-angan kira-kira kegiatan apa supaya kekerasan domestik tidak terjadi.
Ada beberapa kegiatan yang rncananya akan dilakukan kedepan.
Pertama, pelatihan menejemen keuangan keluarga secara bersama. Dalam prakteknya nanti, setiap keluarga mempraktekan pembukuan keuangan keluarga secara bersama. Dengan cara memenej keuangan keluarga secara bersama diharapkan akan terjalin hubungan yang harmonis, dan tumbuh rasa kebersamaan, kejujuran, dan lebih kontrol dalam penggunaan uang keluarga. Dengan seperti itu maka potensi terjadinya kekerasan domestik akan lebih terminimalisir.
“Sebenarnya banyak manfaat jika kita mau mencatat keuangan keluarga. Saya pernah mencatat penggunaan uang keluarga, itu berawal ketika suamisaya merasa tidak percaya kepada saya soal keuangan. Sengaja saya mencatat, lalu menyodorkan hasil catatan tersebut. Suami saya malah tersenyum, bukan karena apa, tapi, bahwa uang yang dia kasih ke saya ternyata kurang mencukupi kebutuhan. Tapi kenapa semuanya tercukupi, darimana uang itu? Suami saya tersenyum malu. Memang benar, dengan pembukuan keuangan keluarga, tidak hanya suami percaya, tambah rukuan, tapi suami akan lebih menghargai hasil istri,” pengakuan bu Mukhlisoh yang pernah melakukan pembukuan keuangan keluarga.
Kedua, sosialisasi terkait kekerasan domestik. Mungkin nanti bisa menggunakan media film, jadi, nonton film kasus kekerasan domestik dan mendiskusikan isi film yang diputar.
Ada satu lagi, yang ini mungkin bisa digabungkan dalam kegiatan nonton film. Diskusi sajian iklan. Jadi, selama ini keberadaan iklan-iklan yang terbit sangat berpengaruh sekali dalam kehidupan masyarakat, yang akhirnya menjadi masyarakat konsumeris. Dengan kegiatan ini diharapkan warga bisa mengerem jiwa konsumeris akibat pengaruh dari iklan tersebut.
Ketiga, kegiatan memanfaatkan lingkungan disekitar rumah. Nah, ini nanti bisa dengan kegiatan menanam di depan ruman atau diteras rumah menggunakan pot-pot atau perabotan bekas dan barang bekas yang masih bisa dimanfaatkan. “Jadi, tidak hanya merawat bunga, tapi kita bisa menambahi isi taman kita dengan tanaman sayuran, seperti tanaman cabai, tomat, terong, dan seterusnya. Kita membuat warung hidup,” jelas Irma.
Keempat, study banding ke beberapa tempat, mungkin bisa ketempat peternakan, pertanian, kerajinan, dan lainnya.Tapi yang ini perlu pemikiran lebih serius, sejauhmana berkait dengan upaya pengurangan kekerasan terhadap perempuan.
Dalam pertemuan kali ini baru beberapa kegiatan yang muncul. Mungkin, dalam pertemuan berikutnya akan muncul ide-ide lain yang lebih berkualitas. Sekitar pukul 16.15 WIB acara diakhiri dengan membentuk kesepakatan kapan dan dimana akan kumpul kembali. Untuk perkumpulan yang akan datang akan diinformasikan lebih lanjut. (Dariman)
Filed Under: Ayamputih
